Inspiring People #2

Inspiring People #2

setelah lama vakum dengan rubrik “Inspiring People” ini, akhirnya minggu ini terbitlah “Inspiring People #2”. and please welcome……
(wueeeeh, prok..prok..prok..prok..prok..prok)
actually, he is the person who inspired me to create “Inspiring People” in Nizarland. i met him about last year, when i was head of publication and documentation OIM UI, and he was web officer. so we always coordinate to publish any information in web.

pertama kali ketemu dimas, ketika mau ngedesain web buat OIM. awalnya gue gak merasakan ada sesuatu pada diri dimas. emang gue agak syok ketika dia ngedesain web itu bener-bener gak gunain mouse sama sekali. jadi dia bener-bener ngetik pake Ctrl atau Alt buat ke menu file dll. pas gue mau izin pulang dan ingin salaman, saat itu gue udah memberikan tangan gue, tapi dia kayak masih nyari gitu. pas selesai semua dan izin mao balik dia mengeluarkan tongkat yang tadi dilipatnya dan meminta tolong gue untuk mengantarkan ke Ruang BEM FIB pada saat itu dengan memegang pundak gue. ya dan ternyata dia seorang Tunanetra.

sumpah gue sangat terinspirasi dengan dia pada saat itu, pertama adalah dia bener-bener tetep semangat dan gak pernah minder sama sekali dengan kondisinya dia saat ini. bahkan FYI pada taun 2010 dia menjadi seorang Project Officet UUB (UI Untuk Bangsa), salah satu acara keilmuan tingkat universitas. menurut gue sangat luar biasa ketika seorang yang sebenarnya memiliki kekurangan pada fisiknya, tetapi tetep bisa berprestasi kayak gitu. dia juga sering banget memenangkan beberapa lomba, bahkan laptop yang sekarang dipake dia itu salah satu hasil lomba karya ilmiah dia ketika SMA.


Dimas ketika menjadi PO UUB 2010

jadi memang dia sempat kena virus Topso Plasma ketika kelas 6 SD. dimana waktu itu menyerang pengelihatan dia. jadinya dia sekarang kalo di SMS gitu dia punya software yang bisa ngebacain SMS dia, mulai dari baca per karakter, per kata ataupun per kalimat. begitu juga dengan kuliahnya, dia selalu menggunakan laptop ketika belajar. dia menjari beberapa E-File atau sumber bahan digital yang kemudian dapat di scan dan mengeluarkan suara, itulah alasan dia selalu membawa headset ketika kuliah.

menyadari keadaannya dia sekarang sebagai seorang tunanetra, dia tidak tinggal diam. dia telah membuat suatu perubahan yang kongkrit. bersama dengan teman yang bernasib sama seperti dia, mereka membuat suatu web yang bernama Kartunet yang merupakan singkatan dari Karya Tunanetra. Kartunet itu merupakan wadah pengembangan minat dan bakat para penyandang disabilitas di bidang penulisan, seni, teknologi, dan ekonomi mandiri serta sebagai tempat mereka untuk berinteraksi dan dapat sharing serta memberikan motivasi satu sama lain.

silahkan kunjungi
terakhir quote dari dimas
jika mereka bisa, mengapa saya tidak?
karena keterbatasan itu bukan untuk mereduksi gerak, tetapi untuk didobrak hingga tanpa batasan lagi

Bahkan dimas masuk kick andy loh

hebat bukan? kalo dimas aja bisa tetep semangat menjalani hidup dan membuat suatu perubahan, masa kita juga sebagai anak muda Indonesia gak bisa. yuk, kita mulai membuat suatu perubahan dari hal yang kecil 🙂
NIZARLAND
“Where The Land Inspiring The World”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter your keyword