Rumput yang Hijau

Rumput yang Hijau

Halo semuanya, sebelumnya yang masih belum tahu siapa saya, perkenalkan saya Nizar, mahasiswa tingkat akhir jurusan Teknik Metalurgi dan Material. Disini saya ingin menuliskan hal menarik yang saya rasakan hingga merubah pemikiran saya.
Seperti hanya judulnya saja saya itu mahasiswa teknik, tetapi kelakuan dan aktivitas mungkin bisa dibilang lebih cocok sebagai mahasiswa FIB atau FISIP. Mungkin karena saya merasakan sendiri betapa “ribet”nya, betapa banyaknya, betapa susahnya materi kuliah di teknik. Itulah yang menyebabkan saya suka dan enjoy masuk kedalam dunia anak FIB atau FISIP yang terlihat lebih santai dan dinamis.
Saya lebih interest untuk ngedit video berjam-jam dibanding berkutat dengan praktikum, dsb. Saya lebih notice ketika ada suatu brand atau iklan yang terpasang dimana-mana seperti layaknya anak advertising dibanding melihat teknologi ter-update. Saya merasa ketika saya menjadi khalayak anak FIB atau FISIP hal itu terasa lebih keren dan lebih asik.
Dua minggu terakhir ini sepertinya akan menjadi UAS terakhir dalam dunia akademis untuk meraih gelar sarjana. Hal tersebutlah yang menampar dan mengubah pemikiran saya seperti sekarang ini. Ketika teman saya sangat memahami materi kuliah sangat mendalam, ketika teman saya dapat mengaitkan mata kuliah sekarang dengan mata kuliah yang dulu kita ambil di semester awal, ketika teman saya sudah memiliki pola pikir yang siap untuk memecahkan masalah “engineering” di dunia kerja nanti, saya merasa jauh ketinggalan dibanding mereka, saya merasa mereka jauh lebih keren dibanding apa yang saya rasakan ketika khalayak menjadi mahasiswa fakultas sosial yang saya bilang awalnya lebih dinamis.
Ke-keren-an dan ke-asyik-an yang saya rasakan terhadap anak FISIP atau FIB sama halnya ke-keren-an dan ke-asyik-an yang saya rasakan terhadap teman saya yang sudah siap di dalam dunia engineering. Ketika saya masih dibagian anak teknik, saya merasa fakultas sebelah jauh lebih seru kuliahnya. Dan ketika saya sudah seperti bagian anak fakultas sebelah, saya merasakan bahwa fakultas tekniklah yang sebenarnya JAUH LEBIH KEREN.
Disini saya tidak ingin menyombongkan tentang fakultas teknik atau sebagainya. Pointnya adalah,
“Rumput tetangga selalu TERLIHAT lebih hijau”
Tetapi pada kenyataannya, ketika kita sudah mencicipi rumput tetangga belum tentu rumput tetangga lebih asyik. Malahan bisa jadi rumput kita jauh lebih enak dari rumput tetangga yang sangat kita idam-idamkan.
Mulai dari sekarang, saya selalu mencoba menemukan apa hal positif dari apa yang telah saya miliki sekarang. Selalu bersyukur terhadapap apa yang telah Allah berikan, karena seperti pepatah bilang
“God not always answer our pray with a YES but always with the BEST”
Kita memiliki “pensil” untuk menuliskan bagaimana masa depan kita, tetapi Allah memiliki “penghapus” untuk menghapus jika itu bukan yang terbaik untuk kita. Enjoy your life 🙂
NIZARLAND
“Where The Land Inspire The World”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter your keyword