Young On Top National Conference 2012

Young On Top National Conference 2012

Halo semuanya, tepat jumat lalu (5 Oktober 2012) ada acara yang bernama Young On Top National Conference 2012 yang telah berhasil masuk Trending Topics di Indonesia (#YOTNC2012). Ini merupakan acara YOT NC kedua selama saya menjadi YOT CA (Young On Top Campus Ambassador). Klik disini untuk membaca YOT NC 2011.

Acara ini bertemakan “Time To Lead”, mengajak kita semua para pemuda Indonesia untuk bersama-sama memimpin bangsa ini. #YOTNC2012 diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama dan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat untuk para Campus Ambassador yang telah lulus melewati masa mentorship program selama setahun.

My certificate. I had graduated. Wohoooo!!

Mas Ben Handradjasa, menjadi pembicara pertama dalam acara ini. Mas Ben ini lebih menjelaskan “Apa sih leader? Apa sih bedanya leader sama boss?”. Lebih ke fundamental leadership ini yang di balut dengan pengalaman karirnya dia sampai sekarang bisa jadi Presiden Direktur Adidas Indonesia.
Kita semua leader kok, gak ada orang yang dilahirkan untuk tidak jadi pemimpin. Jadi, gak ada tuh statement atau pemikiran “Yah, dia mah emang tipe pemimpin banget. Kalo gue mah yang ecek-ecek aje”. NO! All of us born to lead. Untuk menjadi sosok seorang leader ini kita juga harus memiliki self awareness yang tinggi. Kita harus sadar akan kemampuan kita, boleh PD, tapi jangan overconfidence juga. Sadarilah bahwa kita capable untuk menjadi seorang pemimpin. Leader juga harus memiliki visi dan ambisi yang jelas, menjadi sosok yang proaktif, kontributif dan menunjukan passion kita. Sesosok leader juga orang yang berani untuk mengambil resiko. But, the “calculated” risk. Jadi, kita juga harus bisa memperhitungkan resikonya. Jangan asal babat aja. Out of the box dan juga berani untuk meninggalkan comfort zone juga menjadi poin yang harus dimiliki oleh seorang leader.

Beberapa “mental block” juga dibahas oleh mas Ben. Misalnya ketika dalam pekerjaan trus ada bos yang meminta kita melakukan sesuatu yang berbeda yang diluar job desc kita, kebanyakan mungkin berfikir “Lah apa untungnya buat gue? Itu kan bukan jobdesc gue. Trus gaji gue nanti naik atau engga? Susah ah, kalo gue gagal gimana? Hmmmm… udah ah, gue udah pewe kok sama pekerjaan yang sekarang“. Nah hal-hal diatas lah yang bisa membuat mental kita bukan menjadi mental seorang leader. Karena ketika diberi tantangan, seorang leader akan senang dan merasa tertantang. Mereka berani keluar dari comfort zone dan melihat ini sebagai kesempatan yang harus diambil untuk melaju ke step yang lebih tinggi.

Pembicara kedua yaitu Prof. Dr. Firmanzah. Kalo anak FEUI pasti tau, karena dia dekan FEUI termuda dan diumurnya yang tergolong muda ini sudah berhasil meraih gelar guru besar dan menjadi staff khusus Presiden RI. Menurut pak Firmanzah, ketika kita ingin menjadi pemimpin, hal yang pertama harus kita lakukan yaitu menaklukan diri sendiri. Karena menjadi pemimpin itu tidak mudah, tapi bukan hal yang mustahil. Beranilah membuat keputusan dan buat impian dari hidupmu, kemudian kejarlah. Karena menurut beliau, membuat impian dan mengejarnya itu merupakan hal yang paling romantis di dunia.


Prof. Dr. Firmanzah


Siapa yang tau Yoris Sebastian? Penulis dari buku Creative Junkies yang berhasil menjadi GM Hard Rock Cafe Jakarta dan Bali saat umur 26 tahun. Dia merekomendasikan buku “The one minute manager”. Baca deh! Keren!. Menurut mas Yoris, kita hidup atau dalam mencari pekerjaan harus “HAPPYNOMICS”. Kita seneng melakukannya dan juga dapet duit. Karena ketika kita seneng, ya enak aja dikerjainnya. Semua jadi terasa lebih seru dan menantang.

Mau jadi expert di suatu bidang? Rahasianya cuma satu. “Ten Thousand Hours”. Kalau kalian sering baca buku orang-orang sukses, seperti cerita the beatles, atau bill gates, dalam perjalanan hidupnya untuk menjadi sesukses sekarang karena mereka telah melewati 10.000 jam untuk melakukan hal tersebut. Mau jadi musisi kaya the beatles? Ya bermusiklah sampai lebih dari 10.000 jam. Mau jadi penulis hebat? Menulislah lebih dari 10.000 jam. Mau jadi apa? Ya kerjain aja hal itu sampai lebih dari 10.000 jam. Nanti kita bakal berevolusi dan sampai pada tahap kita menjadi expert di bidang itu.

Mumpung kita masih muda, coba yuk buat lakuin banyak hal. Kalo kata mas Yoris mumpung masih muda lakuin dulu hal yang bikin kita senang baru cari uang. Tapi tetep pake konsep “Happynomics” tadi. Mumpung belom ada pengeluaran untuk anak istri kan :p. Siapa tau hal yang kita senangin trus bisa jadi pintu berangkas uang kita. Seru kan?

Foto bareng mas Yoris

Anyway salah satu rumus yang gue suka dari mas yoris yaitu 70:20:10. Lakuin hal rutin kalian entah itu pekerjaan, atau rutinitas apapun itu selama 70%. Nah, kan ada waktu jam pulang kantor, pulang kuliah, waktu luang dll nya? Nah 20% dari itu lakuin hal yang paliiiiiiing kalian suka. Apapun passionnya. Berenang? Hunting foto? Bikin film? dll. Nah 10% nya ini bisa untuk lakuin hal-hal yang lebih intim. Misalnya untuk bersendiri, atau sama pacar, atau ngobrol akrab dengan keluarga dll. 
Gue setuju banget dengan rumus itu. Karena itu ngejawab pertanyaan tentang hidup gue (azek!). Anyway bahasa gue kok jadi labil gini yah, awalnya rapih formal pake “saya”, eh sekarang ketauan slenge’annya mulai pake “gue” dll. Yaudahlah ya. Anyway gini, gue lulusan teknik, tapi suka dengan filmmaking, photography, dan blogging. Trus gue harus gimana? Kalo kata orang-orang harus ikutin passion, tapi kalo bekerja misalnya sebagai fotografer, atau cameramen di salah satu rumah produksi mungkin untuk fresh graduate kayak gue penghasilannya akan lebih kecil dibandingkan misalnya gue bekerja di bidang teknik. Dan lagian, gue juga belom bisa bilang apakah kerja di bidanga teknik itu sesuai passion atau enggak karena ini kan belom gue jalanin. Dan kalo ngomongin tentang jalanin passion, gue juga butuh duit buat misalnya beli lensa kamera dan sebagainya. Oleh karena itu planning gue kedepan yaitu kerja di bidang teknik dan melakukan passion gue diluar waktu kerja (misalnya jadi freelance fotografer, dsb). Oke paragraf ini isinya curcol. Maap yak! Inget tetep lakuin hal rutin di 70% waktu kalian, sisanya baru deh lakuin passion kalian. 😀


Next, Andy F Noya yang pasti kita semua sudah tau secara dia pembaca acara Kick Andy. Poin yang gue tangkep dari dia yaitu tentang ketegasan. Beberapa kali dia memecat orang sebegitunya, tapi emang karena kesalahan karyawan. Contoh: di metro TV kan emang ada aturannya untuk gak boleh terima amplop dari siapapun itu. Nah ketangkep ada satu team (driver, reporter, fotografer) yang terima amplop dan akhirnya disidang dan diputuskan bersalah, kemudian dipecat. Padahal mereka nerima duit itu karena mau ngebantu keluarga salah satu dari mereka (kalo gak salah istrinya driver mau ngelahirin atau ada anaknya yang sakit). Tapi tetep sama pak Andy Noya dipecat. Karena itu tetap melanggar peraturan. Bahkan ada sahabatnya sendiri yang dipecat dengan tegasnya. Pak Andy Noya juga pernah dipanggil atasannya karena memecat salah satu orang yang memiliki hubungan erat dengan atasannya itu. Tapi tetap, dipecat sama Pak Andy Noya. Kata Pak Andy Noya, kalau bapak tidak mau memecat dia, bapak harus memecat saya dulu. Baru bapak bisa memutuskan untuk tidak memecat orang itu. Memang sulit untuk memisahkan antara profesionalitas dan hubungan personal. Tapi sebagai pemimpin kita harus bisa melakukan hal yang tegas tersebut agar kita tetap memiliki wibawa sebagai leader. Ketegasan tidak sama dengan kekejaman kok. Tegas bisa dilakukan dengan baik-baik.

Kemudian pembicara yang terakhir yaitu Mas Billy Boen. Seperti biasa, menurut mas Billy sebagai leader kita harus tahu tujuan hidup kita apa. Mulailah dengan “begin with your end mind”. Kita mau diingat jadi apa sih sama orang-orang ketika nanti kita meninggal. Mau diingat jadi orang yang baik? Baik lah sama semua orang dari sekarang. Mau diingat sebagai orang yang dermawan? Mulailah bersedekah dari sekarang. Dan yang gak kalah pentingnya mas billy juga selalu mengajak kita untuk on time. Karena on time ini merupakan sikap respect kita terhadap orang lain dan diri kita sendiri.


Dan #YOTNC2012 ini gak hanya ada 5 pembicara, tapi juga ada JFlow dan juga wanita cantik bernama Angkie Yudistia. JFlow mengajak kita untuk selalu bermimpi karena bermimpi itu gratis dan raihlah mimpi kita tersebut. Kemudian Mba Angkie merupakan seorang tunarunggu tetapi bisa membuktikan bahwa kekurangannya sebagai “Tunarungu” bukan berarti memberhentikan jalan untuk menuju mimpinya. Sebagai seorang yang tunarungu, Angkie bahkan berhasil menyelesaikan S2 bidang komunikasi dari London School of Public Relations. Sekarang Angkie menjabat sebagai founder Thisable Enterprise, dan akan membuat acara Thisable Festival, acara yang memberdayakan para penderita disabilitas.
Acara ditutup dengan pembagian doorprize. Serunya acara #YOTNC2012. Sangat inspiratif dan bikin kita semangat untuk meraih tujuan hidup kita. Pokoknya mulai dari sekarang, yakinlah bahwa diri kita merupakan pemimpin yang hebat. Because, it’s time to lead! 😀

P.s: Beberapa foto diatas hasil jepretan deta (YOT CA Batch 3). Maap  ya kalo postingannya kepanjangan, biar valuenya bisa tetep didapet sama seluruh pembaca nizarland juga:)
NIZARLAND
“Where The Land Inspires The World”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter your keyword