[Review] What’s Next After Blogging?

[Review] What’s Next After Blogging?

Minggu kemaren sesuai yang gue tulis di postingan sebelumnya, ada acara yang cocok banget buat para blogger yaitu “What’s Next After Blogging?”. Acara ini diadain di Kineforum, TIM, Jakarta mulai dari jam 2 siang sampai maghrib.
Ada beberapa hal yang gue catet dari ketiga pembicara itu.

Mas Angga, Mba Gina, Haqi, dan Mba Luvie (moderator)
Dia bilang semua orang yang mau berkarir ke arah professional, baik menjadi penulis buku, penulis scriptwritter, dll harus mempunyai point of view yang unik. Sekarang dengan terkenalnya Raditya Dika dengan caranya yang nyeleneh kayak gitu banyak orang yang ngirimin naskah ke Mba Gina dengan ala-ala Raditya Dika. Padahal Raditya Dika itu punya point of you yang unik, dan gak semua orang bisa seperti dia. Intinya lo gak harus mirip-miripin dengan seseorang. Tapilah temukan point of you dari diri lo sendiri.

Point selanjutnya, Mba Gina paling sebel sama movie blogger atau kritikus yang gak bertanggung jawab. Misalnya gini, movie blogger ini udah diundang ke screening film dimana nantinya dia seharusnya ngereview film itu. Eh malah tau-taunya cuma tidur di bioskop. Nanti pas bangun tinggal ngetwit bilang filmnya bagus atau apalah itu. Kalo kata Mba Gina ketika kita sebagai blogger menulis misalnya review film, tulislah dengan bertanggung jawab. Karena kata-kata lebih tajam daripada pedang. Gak harus bohong dan bilang “wah film ini bagus, keren, lalala”. Tapi harus bertanggung jawab. Misalnya, kalo menurut lo film itu bagus jelasin darimana sisi bagusnya. Dan kalo menurut lo jelek, jelasin juga darimana sisi jeleknya. Harus jelas. Jangan asal nge-judge.
Nulis itu menurut Mba Gina kayak orang lari. Harus konsisten dan terus latihan. Kalo lo udah lama gak latihan nulis, ya ketika mau nulis lagi bakal kaku sama kayak halnya lari. So, write in your blog regularly 😉

Kalo Haqi ini dia tipe blogger yang jujur dan “nyinyir”. Kayak waktu itu dia pernah nonton film Indonesia dengan efeknya yang cupu dan akting artisnya yang “yah begitu”. Si Haqi ngereview film itu dengan jujur apa adanya. Dia bilang kalo dia gak suka filmnya, filmnya jelek, dll. Sampai suatu saat dia buka facebook dan ternyata si artis yang dikomentarin itu kirim message ke facebook Haqi dan berterima kasih atas kritiknya. Sampai sekarang mereka berteman dan Haqi bakal jadi orang pertama yang ditanya pendapatnya ketika si artis itu punya film baru.

Ternyata apa yang dilakukan Haqi terhadap kritik pedasnya itu menjadi bumerang buat dirinya. Si Haqi ini kan scriptwritter Poconggg Juga Pocong (PJP). Nah beberapa hari setelah PJP tayang, katanya nyesek banget liat beberapa review pedesnya tentang PJP. Tapi dia selalu nganggep itu buat pelajaran dan apa yang dikritik dari PJP itu diperbaikin di film selanjutnya dia yaitu Radio Galau FM.

Menurut Haqi semua orang butuh jembatan. Nah blog itu bisa banget jadi jembatan buat kita ke arah karir yang selanjutnya. Misalnya kayak dia yang sekarang sudah bisa jadi penulis buku dan scriptwritter film.

Mas Angga ini jam terbangnya sebagai wartawan ya lumayan lah, udah sekitar 6 tahunan. Dia dulu sering nulis review film di blognya. Dan dia juga kenalan dengan kritikus favoritnya dia lewat social media. Pada saat itu kritikus film tersebut mau membantu Mas Angga untuk ngajarin/ngasih masukan tentang review film yang ditulis oleh Mas Angga. Mas Angga juga pernah ikut kelas menulis skenario yang diadain sama Mas Salman Aristo. Ternyata Mas Angga menemukan suatu dilema. Menurut dia seseorang itu harus fokus mau nulis review film atau menulis skenario. Dan akhirnya dia lebih memilih nulis review film.

Mas Angga bukan tipe orang yang pilih pilih kalo nonton bioskop. Dia juga nonton film yang macem “horror esek-esek” gitu di bioskop. Atau film galau atau film apalah itu deh. Intinya menurut dia ketika nonton di bioskop tuh kita ga cuma bisa nonton. Tetapi bisa liat dan merasakan reaksi penontonnya. Itulah yang dia cari dan menurut dia mengasyikan. Dia dulu sering izin kantor dan nonton di Blok M Plaza XXI pada saat jam-jamnya anak SMA keluar sekolah dan nonton bioskop. Menurut Mas Angga seru aja dan bisa memperkaya wawasan ketika kita bisa menikmati banyak jenis film.

Kata Mas Angga, menulis itu butuh yang namanya energi. So, keep up your energy and do writting 🙂

**************

Mungkin hanya itu beberapa poin yang gue inget dan bisa gue share di Nizarland ini. Sehabis sharing session juga dilanjutkan dengan pemutaran film Prancis yang berjudul Les Bien-aimés. Mungkin bisa liat trailernya disini. Gue gak nonton filmnya sampai abis, baru ditengah-tengah gue keluar untuk sholat trus gak lanjutin lagi. Jadi gak tau gimana lanjutan filmnya.

Anyway gue seneng aja hari ini bisa belajar banyak dari para blogger film yang sudah tinggi jam terbangnya dan bisa kenalan juga dengan para movie blogger lainnya. Oh ya sama gue beli bukunya Haqi yang berjudul “My Life as Film Director”. Berharap semoga bisa jadi beneran Film Director handal yang bisa mengharumkan nama Indonesia. Amin

I love bookmark of this book
Oh ya pas di acara ini juga dibagiin goody bagi dari festival sinema prancis. Dan didalamnya ada program booknya. Pas gue lagi buka-buka dan baca-baca eh ada bagian film gue di salah satu kompetisi film pendeknya. Yeaaay!! Nonton dan dukung yah mantemaaan. Liat jadwal pemutarannya disini.

“What’s Next After Blogging? Could be a revolution”
NIZARLAND
“Where The Land Inspires The World”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter your keyword