Filosofi Kopi 2: Gak Lebih Jelek dari yang Pertama

Filosofi Kopi 2: Gak Lebih Jelek dari yang Pertama

Filosofi Kopi 2: Gak Lebih Jelek dari yang Pertama

Kemaren malem baru aja kelar nonton film Filosofi Kopi 2. Sesungguhnya gue udah lama gak nulis review tentang Film Indonesia. Anyway, gue bukan movie reviewer juga, cuma pecinta Film Indonesia yang kadang-kadang nulis kalo filmnya berkesan. Setelah nonton film Filosofi Kopi 2 kemaren, gue langsung kepikiran “gue harus nulis”.

Well, sejujurnya film Filosofi Kopi bukan film yang gue tunggu-tunggu banget. Biasa aja. Filosofi Kopi pertama bagus, tapi gak begitu berkesan. Berbeda dengan Filosofi Kopi 2 ini. Dari awal film, gue disuguhin potongan gambar dan soundtrack yang membuat gue merasakan kesenangan dari film ini. Gak berapa lama, dengan “alus” nya mood gue berubah, jadi sedikit khawatir dan mellow dengan adanya konflik-konflik yang ditimbulkan di scene-scene berikutnya. Begitu seterusnya. Konfliknya gak cuma satu, ber-layer-layer tapi berhasil “dijahit” dengan rapih. Tentang keluarga lah, persahabatan lah, percintaan dan juga ambisi bisnis yang terlihat jelas dari karakter Ben & Jody. Untuk hal ini, Mas Angga selaku sutradara dan Mba Jenny and the gank patut diacuin jempol sih karena secara plot berhasil membuat gue sebagai salah satu penonton pingin ngikutin terus dari scene satu ke scene yang lainnya, tanpa merasa bosan atau ada yang terasa janggal.

Screen Shot 2017-07-08 at 12.34.33 PM

Sumber: Trailer Filosofi Kopi 2 – Youtube

Film yang memorable gak jauh dari karakter talent nya yang kuat. Film Indonesia apa yang teringat sama kalian ketita bicara tentang karakter yang kuat? Entah kenapa gue langsung teringat dengan Rangga & Cinta. Karakter mereka begitu kuat sehingga kalo kita sekarang ngeliat Dian Sastro & Nicholas Saputra, kita langsung inget dengan karakter Cinta & Rangga. Bahkan mungkin sampe sekarang masih ada orang yang manggil Dian Sastro dengan sebutan Cinta. Begitu juga dengan Ben & Jody. Gue ngeliat karakter Ben & Jody lebih dari karakter yang hanya dimainkan di film. Seperti emang karakter Rio Dewanto dan Chicco Jerikho di dunia nyata. Akting dan chemistry mereka berdua bisa dibilang jauh naik kelas di banding film yang pertama. Selain karakter Ben & Jody yang begitu nyata, pemeran pendukungnya juga gak kalah keren. Kalo disuruh pilih pemeran pendukung terbaik di film ini, gue akan pilih kakaknya Jody. Siapa namanya si cici itu? I don’t know, mungkin peran keliatannya dia gak begitu krusial. But I love the way she acts.

Selain aspek alur cerita dan karakter, cara pengambilan gambar menjadi salah satu elemen yang berkesan. Setiap frame komposisinya enak buat dinikmati. Bukan tipikal film yang cuma jualan gambar, dengan shot yang grande, pemandangan yang indah dan sebagainya. Selain well composed, gambar-gambarnya juga bercerita dengan mood yang begitu kuat. Mungkin ini juga jadi salah satu alasan buat pingin nunggu dari satu frame ke frame selanjutnya.

Screen Shot 2017-07-08 at 12.36.19 PM

Sumber: Trailer Filosofi Kopi 2 – Youtube

Hal terakhir yang buat film ini berkesan adalah musik dan soundtracknya. Sebagai khalayak audio visual, filosofi kopi 2 ini gak hanya menyuguhkan visual yang “pleasing the eye” tapi juga musik dan soundtrack yang berhasil membuat mood di setiap scene lebih terasa. Soundtrack dengan judul Zona Nyaman dari Fourtwnty dan juga Sahabat Sejati yang dicover dengan Ben & Jody jadi keinget-inget dan pingin didengerin sampai sekarang.

Screen Shot 2017-07-08 at 12.33.19 PM

Instagram: filkopmovie

Personally, I really encourage all of you to watch this film. Ini opini personal gue sih, mungkin sudut pandanga kalian akan beda, akan lebih menarik. Kalo dari gue sih alur cerita, karakter yang kuat, cara pengambilan gambar dan musik yang earcatchy bikin film ini jadi memorable. Kalo ada orang (salah satunya gue), yang selalu berfikir “sekuel biasanya lebih jelek dari film yang sebelomnya”. Berbeda dengan Filosofi Kopi 2. Film yang terbaru ini terasa lebih mateng dari filmnya yang terdahulu.

Footer Nizarland

Comments (2)

  1. Valz tan
    July 26, 2017 at 10:40 am

    Setuju banget dan suka banget tulisan nya mas…
    Filosofi kopi ini film yang saya tunggu… saya suka kopi dan saya suka nonton jadi cocok banget nie film buat saya…

    1. Nizar
      September 27, 2017 at 23:42 pm

      Terima kasih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter your keyword