Tips Memilih Rumah Pertama

Tips Memilih Rumah Pertama

Tips Memilih Rumah Pertama

Membeli rumah biasanya jadi salah satu wishlist atau doa kebanyakan orang, ya at least buat gue, itu salah satu impian gue. Dikarenakan tinggal dan besar di rumah nenek dengan anggota keluarga lebih dari 10 orang, dan juga orang tua juga gak punya rumah, artinya akan mikir “Nanti kalo nikah tinggal dimana?”. Rumah orang tua ga mungkin karena ga punya, jadi mau gamau harus bercita-cita punya rumah. Sempet kepikiran untuk kontrak juga, tapi selalu berusaha dan berdoa, at least bisa punya uang untuk DP dan cashflow yang aman untuk membayar cicilannya.

Dikarenakan ini difokuskan untuk rumah pertama. Dimana berdasarkan pengalaman, yang namanya rumah pertama pasti akan ada BANYAK BATASAN. Budget pasti faktor utama, tapi akan ada juga faktor-faktor lain yang harus dipikirin. So, gue breakdown satu-satu berdasarkan yang menurut gue prioritas untuk dipikirin.

 

1. SIAPA YANG AKAN TINGGAL DI DALAM SITU?

Sebelum mikirin berapa budget untuk beli rumah, lokasi dimana, dll. Gue saranin buat memikirkan ini dulu. SIAPA YANG AKAN TINGGAL? Apakah hanya lo sendiri? Lo dengan pasangan? Lo dengan orang tua? Lo dengan kakak/adik? Tante? Sepupu? Dll.

Setelah tahu siapa yang akan ada disana, MAKE SURE SEMUA ORANG DI DALAM RUMAH BAHAGIA DAN TIDAK TERGANGGU AKTIVITASNYA.

Maksudnya gimana tuh? I’ll give you an example.

Waktu awal gue mau beli rumah, dengan budget yang terbatas, tanggerang selatan merupakan opsi pertama yang ada di otak gue. Karena dari segi fasilitas dan juga pembagunan, (menurut gue) tanggerang selatan itu kawasan yang akan berkembang pesat di beberapa tahun ke depan (dibanding depok, bogor, bekasi). Jadi gue memilih itu.

Selain itu, untuk aktivitas gue yang di kemang dan sekitarnya, tangsel masih relatif bisa dijangkau. Walaupun ya tetep ga deket banget.

Waktu itu gue mikir “yaudah nyokap kan bakalan ikut, nyokap nanti cari pengajian deket sana aja. kan pasti ada juga”. Tapi setelah dipikir-pikir, untuk aktivitas nyokap yang mostly di daerah otista, dan gue juga gak punya kendaraan yang bisa anter jemput dia, kalo kita tinggal jauh dari otista, akhirnya gue mempertimbangkan hal itu lagi.

Dan alhamdulillah, atas rejeki Allah (dan pastinya doa nyokap), rumah pertama terbeli di daerah Jatinegara. Masih deket banget sama otista. Jadi gue dan kakak gue hepi (ke kantor deket). Nyokap pun hepi (ngaji, arisan, dll deket dan bisa akses angkot. Dia angkot friendly, dan malah takut naik taksi online hehe)

 

2. PERTIMBANGKAN BUDGET

Nah ini pasti faktor yang super duper penting. Mau dibudgetin berapa? 300jt? 500jt? 700jt? 1M? atau diatas 1M? Semua tidak ada yang salah. Lihat kemampuan dan budget kita masing-masing. Jangan coba meng-compare kita dengan teman sejawat (dia aja beli rumahnya disini, harga segini). Tutup mata dan kuping dulu. Fokus ke diri kita.

Setelah nentuin budget yang ada, mulai browsing-browsing, tanya-tanya temen. Biar kebayang, dengan budget yang kita punya, kebanyakan ada di daerah mana, luas berapa, kondisi bangunan kayak gimana, dll.

Nanti setelah riset, kita bisa adjust lagi. Apakah tetep mau stick sama budget awal, atau masih bisa mungkin dinaikin atau diturunin (kalo dinaikin, dengan pertimbangan sudah tau uangnya akan ambil dari posko mana, jangan sampai terlalu membebankan).

Oh ya, jangan lupa, ketika budgeting masukin juga budget untuk bayar pajak, notaris, beli furniture, biaya renov (kalo dibutuhkan). Mungkin mikir “anjir biaya rumah aja masih mikir, masa mikirin yang lain”. Artinya gini, kalo misalnya kita ngerasa achieve untuk beli rumah dengan budget 500jt, better cari yang 400juta misalnya, spare 100juta untuk budget yang tadi gue tuliskan. Karena mau gamau biaya itu harus dikeluarkan.

 

3. LOKASI!!! LOKASI!!! LOKASI!!

Dulu waktu awal gue tanya sama temen gue, inilah jawaban pertama temen gue yang sudah punya properti (apartment) dan dia juga bekerja sebagai developer properti (perumahan). Dia bilang fokus cari yang lokasinya yang lo suka

Suka dalam artian strategis ya. Strategis gak artinya harus selalu dekat, tapi lebih ke “reachable”. Temen gue waktu itu nanya nya gini “lo kerja naik apa? motor? mobil? busway? atau apa?”. Ada salah satu kerabat gue yang beli rumah di ciputat (deket dengan stasiun juramangu). Buat dia yang kerja di daerah sudirman, jauh gapapa. Yang penting ada aksesnya. Ada commuter line. Begitu juga kalo emang kalian bisa ke kantor naik MRT, carilah yang deket ke akses MRT nya.

Dalam kasus gue, karena gue kerja di sekitaran kemang dan disana relatif susah public transport (dan gue motoran), jadi mau dibilang deket MRT, stasiun, dll. Ga ngaruh-ngaruh amat juga. Karena sehari-harinya gak gunain public transportation itu.

Oh ya, ini preferensi orang masing-masing sih. Kalo gue lebih prefer punya rumah yang lebih strategis tapi secara fisik gak terlalu kekinian, dibandingkan yang kekinian tapi aksesnya agak susah. Karena kalau fisik, kalau misalnya nanti ada rejeki tambahan, kita bisa renovasi sesuai keinginan kita. Kalau lokasi yang agak sulit, ketika ada rejeki tambahan, gabisa dipindahin juga itu rumah. Unless beli baru. Tapi balik lagi, ini preferensi orang beda-beda.

 

4. SPESIFIKASI BANGUNAN

Nah yang keempat ini baru deh spesifikasi bangunan. Misalnya kalian butuh berapa kamar? Butuh yang tipe rumah ruangan tengahnya gede, atau enggak. Mending rumah yang luas tapi 1 lantai, atau luas tanahnya ga begitu besar tapi bangunannya tingkat 3 atau 4 ala-ala apartment. Butuh style yang seperti apa. Hal ini juga harus dipikirkan, harus pilih yang nyaman dan sesuai dengan style kita.

 

5. PIKIRKAN DARI SEKARANG, JANGAN TERBURU-BURU

Ada yang bilang, cari rumah/apartment itu kayak cari jodoh. Cocok-cocokan. Dan ga cuma liat, oke, cocok, trus beli. Banyak banget pertimbangan. Trus unsur feeling juga bermain. Kalau sudah ada target ingin beli rumah, pikirin aja dari sekarang. Gimana rencana keuangannya, cari lokasi dimana, yang seperti apa, dll. Kalau belum ada yang cocok sampai sreg 100%, jangan dibeli dulu. Jangan terlalu dengerin orang. Minta pendapat boleh, tapi ujung-ujungnya yang tinggal adalah kita dan beberapa orang yang memang kita pilih. So make sure, rumah yang dipilih menyenangkan diri kita dan menyenangkan orang lain yang tinggal disana.

Last tip: Jangan kebanyakan pikirin sodara, teman, atau yang lain. Sesering-seringnya mereka main, ya paling sebulan sekali, setahun 12x. Make sure kalian dulu bahagia, baru setelahnya pikirin orang lain yah hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter your keyword